10 Gejala Saat Balita Kamu sedang Tumbuh Gigi Susu

Senyuman bocah tentunya semakin gregetan apalagi masa sudah timbulnya gigi. Setiap anak memiliki masa timbulnya gigi berlainan namun masanya tak dapat ditentukan. Kebanyakan bocah munculnya gigi perdana pada usia antara 4 bulan ke satu tahun. Namun selalu ada yang kurang atau lebih.

Sekalipun terdapat perbedaan waktu keluarnya gigi pada bayi walaupun gejala yang dialami pada setiap bayi hampir sama. Di waktu tersebut merupakan suatu momen ketidaknyamanan dan rasa sakit pada gusi si bayi. Sehingga anak kecil akan rewel atau sering menangis. Tapi bagi para ibu tak usah panik, karena itu merupakan tanda-tanda bocah timbulnya gigi. Dengan begitu mesti diketahui bagaimana ketika tanda-tanda bayi munculnya gigi bayi sehingga seorang mama bisa mengerti hal itu.

Rasa Nyeri pada Gusi

Terjadinya rasa sakit pada saraf lunak di gusi sebab dari peradangan. Umumnya munculnya gigi pertama akan terasa sakit, begitu juga pada saat keluarnya gigi geraham yang diketahui sebagai yang sangat menyakitkan. Ibu tidak usah panik, alasannya bersamaan dengan timbulnya gigi si bocah yang lagi merata, lama-lama si bayi bakal menganggap terbiasa dengan munculnya gigi dan perasaan tak enak di hari nanti.

Sering Mengeluarkan Air Liur

Pada timbulnya gigi mampu merangsang pengeluaran air liur terhadap mulut bocah. Maka gak heran kalau Ibu terkadang melihat mulut bocah selalu terbuka dan air liur keluar dari mulutnya.

Sering Menggigit

Desakan dari pertumbuhan gigi yang bakal muncul dari gusi menjadikan rasa sakit terhadap gusi anak kecil. Hal tersebut bakal mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap kondisi anak kecil tersebut. Gak hanya itu saja, rasa risih dan geram terhadap gusi anak kecil menyebabkan bayi akan melampiaskan dengan menggigit sesuatu yang dipegang justru sampai menggigit pentil ibu diwaktu lagi menyusu.

Batuk-Batuk

Pengeluaran air liur yang berlebihan sebab munculnya gigi menyebabkan anak kecil mudah tersendak bahkan hingga batuk-batuk. Itu terjadi karena banyaknya air liur yang memenuhi mulut. Walaupun bila tidak ada munculnya tanda-tanda flu, pilek, maupun alergi mestinya ciri yang satu ini tidak menjadi masalah. Namun apabila memang terjadi batuk-batuk terus bisa jadi anak kecil gejala sakit akibat virus dan lain-lainnya.

Ruam Pada Dagu atau Wajah

Tak cuma ngences dan batuk-batuk, keluarnya air liur yang begitu banyak selama waktu pertumbuhan gigi pula menyebabkan munculnya ruam kulit yang kering di sekitar area mulut, dagu, ada kalanya di leher. Lantarannya yaitu bersentuhan langsung dengan air liur itu sendiri. Oleh karena itu, Ibu seharusnya terbiasa membersihkan air liur bocah memakai sapu tangan yang lembut guna mengurangi munculnya ruam. Walaupun, jika ruam telah terbentuk, balurkan krim maupun lotion pada bocah dengan perlahan dan terjaga bagi si bocah.

Tidak Nafsu Makan

Adanya rasa nyilu pada gusi ketika keluarnya gigi gak cuma menjadikan anak kecil merasa tidak enakan, melainkan juga dapat mengurangi nafsu makan. Bahkan sedang menyusu saja malah membuat gusi sakit. Oleh lantarannya itu, tak perlu heran kalau bocah menolak disuapi makanan keras maupun susu ketika giginya mulai tumbuh.

Sering Rewel

Gusi anak kecil yang mengalami nyilu akan membuat si anak sering rewel. Hal tersebut sangatlah wajar karena rasa ketidaknyamanan yang dialami si bayi sesungguhnya bukan hanya dipengaruhi oleh sakit gusi, tapi juga dipengaruhi oleh prosesnya sel-sel di gusi yang hancur dan pecah agar gigi bisa timbul keluar. Tak heran jika mengakibatkan si bayi rewel justru hingga kendala kesehatan.

Terjadinya Demam

Biasanya setiap terjadi peradangan dalam tubuh bakal menimbulkan demam, seperti pula dengan infeksi yang terjadi terhadap gusi karena pertumbuhan gigi. Walaupun demam yang terjadi kebanyakan hanyalah demam kecil saja, sehingga mampu diatasi dengan mudah di rumah.

Hematoma Gusi

tanda-tanda munculnya gigi pada bayi yang telah terbukti ialah hematoma atau terjadinya pendarahan terhadap bawah gusi. ditunjukkan dengan gumpalan kemerahan terhadap bawah gusi seperti gusi bengkak. Namun Ibu gak perlu bingung, lantarannya ciri-ciri ini akan membaik dengan sendirinya ketika gigi sudah tumbuh. Dalam mengatasi nyeri, Ibu juga bisa menyalurkan perlindungan melalui kompres dingin.

Sulit Tidur Nyenyak

Dengan menderita nyeri membuat bayi mengalami tidak enak sehingga bayi susah tidur dengan nyaman. Umumnya, Ibu mengatasinya dengan upaya menyusui. Namun sering kali menyusui justru bakal membuatnya tambah sakit efek sentuhan antara puting Ibu dan gusi bocah. Untuk memberinya kelembutan, Ibu bisa membuat bocah diam dengan teknik menepuk-nepuknya.

Leave a Reply